WELCOME

Senin, 31 Oktober 2011

GEJALA-GEJALA HASRAT

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Penulisan
Setiap makhluk hidup mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidupnya. Pada tumbuh-tumbuhan, pemenuhan kebutuhan tersebut berlangsung tanpa kesadaran. Pada hewan, walaupun sudah nampak adanya kemampuan untuk merasakan kebutuhan biologisnya yang bersifat spontan, namun hewan tidak memiliki, af’idah, kesadaran diri, aku, dan tidak berpribadi. Hewan memiliki tenaga dalam dirinya dan pada tingkat tertentu memiliki kesanggupan untuk menghayati atau menyadari akan kebutuhan hidupnya. Penghayatan untuk mencari pemenuhan kebutuhan hidup itu disebut naluri atau dorongan biologis yang selalu berhubungan dengan kondisi jasmaniah, sehingga erat hubungannya dengan pengindraan dan perasaan jasmaniah. Hewan kurang mampu menangguhkan dan mengendalikan jasmaniahnya.
Psikologi umum sebagai suatu ilmu pengetahuan untuk  menghususkan diri untuk menyelidiki atau mempelajari dan menerangkan kegiatan-kegiatan psikis atau gejala-gejala kejiwaan yang umumnya terdapat pada manusia-manusia yang normal.[1]
Pada manusia terdapat pula kebutuhan biologis itu, namun pemuasannya sudah diwarnai oleh nilai yang ada dalam diri pribadinya. Manusia mempunyai kebutuhan makan, minum, tidur, seks, papan atau tempat tinggal, dan kebutuhan jasmaniah lainnya, namun cara mencari pemenuhan dan melaksanakan pemuasan kebutuhan jasmaniah itu dihubungkan dengan kepentingan aku nya, nilai diri pribadi,  sosial dan kebudayaan. Kadang-kadang, manusia pun tidak mampu mengendalikan dan menangguhkan kebutuhan biologisnya, sehingga terjadilah tingkah laku pada taraf binatang. Pada umumnya manusia mampu mengendalikan dan menangguhkan dorongan kebutuhan biologisnya, bahkan kalau dilatih, manusia mampu menangguhkan dalam waktu yang lama, seperti terlihat pada perilaku puasa, bertapa, dan tidak menikah. Drs. Ny. Yoesoef Noesyirman menyebut kebutuhan pada manusia dengan istilah hasrat ( terjemahan dari

triebfedern yang merupakan kebutuhan manusiawi, berbeda dengan triebe yang merupakan dorongan hewani ). Pada buku-buku psikolog, hasrat itu disebut pula motivasi.
Perkembangan hasrat sejalan dengan perkembangan aku atau kepribadian seseorang, sehingga pada bayi yang baru laahir dorongan biologisnya belum diwarnai oleh aku nya yang belum terbentuk. Dengan berkembangannya kepribadian, hasrat biologis pun tidak lagi bergantung kepada keadaan jasmaniah, tetapi menyangkut makna hal yang dihayati, ditangkap, dan dipikirkan. Akhirnya, hasrat tidak saja terarah kepada pemuasan kebutuhan hidup, tetapi hasrat juga terarah untuk mengejar tujuan yang lebih tinggi yang tergolong ke dalam dunia nilai, dunia ideal, dan rohaniah. Pada perkembangan kepribadian selanjutnya, hasrat baru ini terlepas dari segi biologis. G. W. Allport menerangkan keunikan terbentuknya motif pribadi seseorang dalam perkembangan kepribadian melalui pembentukan autonomi fungsional. Artinya motif baru dapat terbentuk dan berfungsi secara otonom, berdiri sendiri, terlepas dari segi-segi biologis dan motif dasar melalui pengalaman kehidupan psikis seseorang.[2]
B.     Rumusan Masalah
Setelah menelaah latar belakang penulisan makalah ini maka kami membatasi dan merumuskan masalah yang akan tertuang di dalam makalah ini sebagai berikut:
a.       Apa yang disebut dengan hasrat itu?
b.      Apakah setiap manusia mempunyai hasrat?
c.       bagaimana hasrat membentuk motif seseorang dalam kehidupannya?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang utama dari penulisan makalah ini adalah sebagai pemenuhan tugas mata kuliah psikologi umum pada semester III ini, dan untuk membuka wawasan kami dan juga pembaca dalam masalah tentang golongan-golongan hasrat.
D.    Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam membuat makalah ini adalah dengan metode kepustakaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Hasrat

Kamis, 27 Oktober 2011

ATENSI (PERHATIAN) DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pada dasarnya psikologi mempersoalkan masalah aktivitas manusia. Baik yang dapat diamati maupun tidak secara umum aktivitas-aktivitas (dan penghayatan) itu dapat dicari beberapa kaidah hukum psikologi yang mendasarinya hukum-hukum tersebut, sehingga dengan demikian akan dapat memahami anak didiknya dengan lebih baik.
Anak didik atau Orang lain mempunyai kesadaran yang luas dengan perhatian yang luas pula, yang mudah terarahkan pada banyak objek secara berganti-ganti. Dalam hal ini, ada fluktuasi (ayunan, mudah beralih, naik-turun) dari perhatian. Juga kesadaran atau penyesuaian dirinya terhadap situasi baru yang berlangsung cepat mengikuti setiap perubahan.
Dengan minat yang fluktuatif orang sekaligus bisa mengamati banyak objek, akan tetapi pengamatannya tidak teliti. Sebab, minatnya menggerayangi semua peristiwa yang sepintas lalu, dan hanya menyentuh sejenak segi-segi pentingnya saja. Type individu dengan menyentuh yang fixed (mengalami fiksasi atau perseverasi), Cuma mengamati satu atau sedikit objek saja. Akan tetapi biasanya pengamatannya teliti. Minat juga bergantung sekali pada totallitas kepribadian. Sehingga apabila pribadi itu berubah, atau bagian dari pribadi itu berubah, atau bagian dari pribadi itu berubah misalnya kehidupan perasaan atau idealnya berubah maka minatnya juga akan berubah.
Untuk mendapatkan sukses dalam hidup, perlu kiranya kita memiliki kemampuan untuk mengkonsentrasikan diri terhadap satu pekerjaan. Sehubungan dengan ini diperlukan sekali adanya minat dan perhatian. Sebab, tugas yang dikerjakan dengan penuh minat akan memberikan buah yang lebih besar dan lebih memuaskan hati.[1]
B.     Metode Penulisan
Sesuai dengan pokok masalah yang dibicarakan tentang, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Atensi Atau Perhatian” maka rumusan masalah ini difokuskan pada :
  1. Penjelasan tentang atensi atau perhatian.
  2. Memaparkan tentang Sifat atensi atau perhatian.
  3. Menyebutkan macam-macam atensi atau perhatian itu.
  4. Menyebutkan segala faktor-faktor yang dapat mempengaruhi atensi atau perhatian.
C. TUJUAN
Tujuan merupakan arah terakhir dari suatu kegiatan, tanpa tujuan yang telah ditentukan sebelumnya makalah ini tidak akan sampai pada tujuan. Adapun tujuan penyusunan makalah ini adalah :
  1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Umum.
  2. Dapat menjelaskan dengan rinci apa itu perhatian dengan segala sifat dan macam-macamnya dan juga dapat menyebutkan serta menguraikan segala faktor-faktor yang berkaitan dengan perhatian.
D. METODE PENULISAN
            Metode penulisan yang digunakan adalah dengan metode kepustakaan yakni mencari bahan dari buku selanjutnya dituangkan di dalam makalah ini secara ringkas, dan juga mencari bahan lewat Internet dalam blog-blog yang relevan dengan makalah yang kami buat.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Masalah Dalam Perhatian (Atensi)
Tampil menarik adalah salah satu kunci daripada cara agar dapat menarik perhatian dalam segala aspek kehidupan tetapi tampil menarik tidak hanya dilihat dari luar saja, tapi juga dari dalam. Mungkin Anda sudah mengenakan pakaian dengan kualitas terbaik dan produk kosmetik mahal.

Kamis, 13 Oktober 2011

FILSAFAT ABAD XX POSTMODERNISME

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Penulisan
Konsep filsafat yang ditawarkan oleh Karl Marx mempunyai dampak yang sangat besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan, sejarah pemikiran modern, kebudayaan, seni, bahkan filsafat. Begitu banyak hal yang ia tawarkan mulai dari pemikirannya tentang alienasi, filsafat pekerjaan, materialism historis, hingga komunisme. Seperti kita ketahui bersama, lewat tulisan tulisannya, Marx sebenarnya menolak usaha usaha yang bersifat moralis belaka. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menggali lebih dalam mengenai konsep materialism historis.
Pandangan materialism historis adalah pandangan tentang faktor-faktor pokok yang menentukan perkembangan sejarah. Pandangan ini bersamaan dengan teorinya tentang revolusi merupakan bagian dari konsep Marx yang paling berpengaruh dan tetap merupakan inti dari segala macam Marxisme.
Pandangan materialisme sejarah banyak dipahami salah, baik oleh kaum marxis sendiri maupun oleh lawan lawan mereka. Kata yang paling menyesatkan ialah kata materialis. Karena itu Marxisme sering disebut sebagai salah satu bentuk materialism. Padahal di seluruh karya Marx hampir tidak ditemukan uraian apapun tentang materialism, yaitu sebagai anggapan bahwa realita terakhir alam semesta ialah materi. Alam semseta tidak pernah dipersoalkan oleh Marx. Marx hanya bicara tentang perkembangan masyarakat, dan dalam hubungan ini materialis hanya berarti bahwa kegiatan atau pekerjaan jasmaniah atau produksi adalah kegiatan dasar manusia dan bukan pemikirannya.[1]
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Postmodernisme, Materialisme dan juga Eksistensialisme?
2.      Siapa itu Karl Marx?
3.      Mengapa pemikiran Karl Marx hanya berfokus pada materi bukan alam ghaib (yang berhubungan dengan roh)?
C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui sejarah berkembangnya filsafat pada abad XX Postmodernisme.
2.      Dapat menjelaskan dan memahami tentang filsafat Materialisme dan Eksistensialisme.
3.      Memenuhi tugas mata kuliah di semester I ini pada mata kuliah Filsafat Umum.
D.    Metode Penulisan
Metode penulisan dilakukan dengan menggunakan metode kepustakaan dan juga membuka internet atau blog-blog yang berkaitan dengan isi dari makalah kami.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Postmodernisme dan Pandangan Materialisme Sejarah
Postmodernisme adalah faham yang berkembang setelah era modern dengan modernisme-nya.